Tips membuat taman belakang dengan dana terbatas

Jika anda mempunyai space halaman belakang mungil yang dikelilingi tembok pembatas polos los, dan anda ingin menjadikannya taman tapi budget terbatas, hmmm… gimana solusinya?? Itu mungkin yang anda pikirkan. Sebenarnya ada sangat banyak referensi-referensi bagaimana membuat taman belakang di lahan yang terbatas yang bisa kita cari di mbah kesayangan kita yaitu mbah google hehehe… tetapi kebanyakan malah menghabiskan dana yang besar, lahan kecil kok malah abis duit banyak gimana tuh, karena kebanyakan pasti kasih ide buat melapis tembok pembatas memakai batu alam, lalu membuat air terjun buatan, ditambah dengan taburan batu koral untuk menutup tanah, alias mengacu pada taman kering yang minim tanaman, ya memang solusi itu memang benar karena halaman belakang biasanya sangat sedikit mendapat cahaya matahari karena terhalang tembok pembatas rumah, jadi tidak semua tanaman bisa tumbuh subur dengan kondisi tersebut, tapi konsekuensinya dana yang membengkak, unsur hardscape gituan mahal lho, terus gimana yang cuma punya dana minim?  saya coba kasih ide barangkali bermanfaat.

Kalau hanya punya sisa lahan belakang yang mungil seperti di rumah saya, area tanah jangan dihabiskan untuk menanam tanaman apalagi yang ukurannya gede-gede, karena malah akan memberi kesan sumpek. Kalau tidak mau terlihat tanah kosong melompong bisa ditanami rumput, kalau tembok pembatasnya tinggi-tinggi, pilih rumput yang tahan minim cahaya matahari, sejauh pengalaman saya, bisa memakai rumput gajah mini, cuma nanti daunnya akan lebih besar dari normalnya bila kekurangan cahaya, tapi tenang saja tidak akan mati, atau rumput kucai mini juga bisa, kalau rumput jenis lain terutama rumput jepang butuh cahaya matahari penuh, jadi tidak saya sarankan memakai rumput ini. Kalau mau bikin taman kering, bisa memakai paving blok seperti taman saya untuk menggantikan batu koral tabur, saran saya jangan di semen penuh, lebih baik memakai paving karena celah paving bisa buat resapan air hujan, lagian sekarang kan banyak paving dengan model dan warna yang bagus-bagus dan paving jelas jauh lebih murah.

Namanya taman paling ga ya ada tanamannya barang cuma 1-2 doang. Nah sisi yang akan kita optimalkan untuk bercocok tanam adalah tembok pembatasnya, udah tau kan vertical garden?? Kita bisa bikin itu tapi lebih sederhana hehehe… kita pakai aja beberapa buah pot tempel, yaitu pot tanaman yang digantung di tembok yang diisi berbagai jenis tanaman gantung atau tanaman yang menjuntai, jenis-jenis tanaman ini kebanyakan menyukai area teduh, jadi klop dah. Kalau saya sih pakai pot tempel dari plastik lalu saya isi tanaman yang berbeda-beda tiap potnya, tapi sesuaikan selera aja, kalau mau seragam semua juga bagus, lalu pot-pot ini kemudian kita gantungkan di tembok yang sudah ditancapi paku untuk cantolan potnya, kita bisa berkreasi mengatur pola tempat menggantungnya, bisa acak, bisa seragam/teratur.

contoh di rumah saya

contoh di rumah saya

Dengan pot-pot ini ga ribet, semua bisa kita kerjakan sendiri, dan hasilnya tembokpun ga polos membosankan lagi kan? Bandingkan jika memakai batu alam untuk menutup tembok, harus bayar tukang khusus, harga batu alamnya sendiri juga mahal, terus kalau bosan harus bongkar lagi, ujung-ujungnya duit lagi, kalau pakai pot tempel ini kalau bosan tinggal ganti jenis tanamannya atau rubah pola penempatannya aja beres.

Kalau mau menambah tanaman besar, usahakan jangan banyak-banyak cukup 1-2 pohon saja, pilih yang tinggi tapi ramping misal pandan bali dan nolina, lalu tanam di pot yang modelnya ramping kemudian taruh dipojokan, jangan ditengah-tengah supaya taman berkesan lebih lapang dan luas.

Dengan ini aja halaman belakang sudah bisa tampil beda lho tanpa mengeluarkan duit banyak.

Ini hanya sedikit ide dari saya pribadi, bisa anda kembangkan lagi jika anda mau menerapkannya di rumah anda. Semoga bermanfaat, selamat berkebun…

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Inspirasi, Taman, Tips & Trik dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Tips membuat taman belakang dengan dana terbatas

  1. Allen berkata:

    bermanfaat, smp gk kepikiran, thanks idenya bro

  2. dede berkata:

    Mungkin bisa lbh bermanfaat dg jenis tanaman sayur yg mudah dirawat.

    • xueliwei berkata:

      boleh juga tuh idenya, bisa dipilih yang tahan naungan, karena mungkin cahaya mataharinya hanya dapet sekitar jam 11-13 siang saja, selebihnya terhalang tembok. makasih udah berkunjung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s