Memanfaatkan talang karet bekas untuk taman

Karena taman depan rumah saya berbatasan langsung dengan lantai teras, waktu musim hujan pastilah lantai teras gampang kotor terkena cipratan air hujan dari tanah taman. Maka untuk mengatasinya saya tambahkan batu koral putih di sepanjang perbatasan tersebut, agar air yang nyiprat ke lantai bukan dari tanah langsung, melainkan dari batu-batuan tersebut sehingga tidak membawa partikel-partikel tanah, selain itu batu koral ini juga menambah keindahan taman hehehe…

Awalnya saya hanya menaruh batu koral putih di atas tanah begitu saja tanpa ada batas apa-apa dengan rumput gajah mini yang saya tanam, eh lama-kelamaan rumputnya malah menjalar masuk ke area batu koral dan batu koralnya pun gampang berserakan jika tidak sengaja tersepak. Nah pas mau renovasi taman kepikiran gimana kalau dikasih pembatas antara area batu dengan area rumput, akhirnya dapat ide pake talang karet bekas yang ada di rumah lama, kenapa kok pake talang karet? Yang pertama karena lentur sehingga tidak melukai jika keinjak dan mudah dibentuk lengkungan-lengkungan , yang kedua karena pasti aman terkena air terus-menerus, kan fungsi talang emang buat ngalirin air hujan hehehe… dan yang ketiga karena sudah tidak dipakai lagi, daripada dibuang atau dikiloin juga dapetnya ga seberapa, mending dimanfaatkan lagi untuk hal lain hehehe…

Talang karet bekas

Talang karet bekas

Oke saya jelaskan proses pemasangannya. Pertama kali saya potong talang selebar 15 cm, untuk panjangnya saya sesuaikan dengan panjang batas area batu koralnya, terus saya gali tanah di perbatasan antara batu koral dan rumput sedalam kurang lebih 14 cm, lalu saya pendam talangnya secara vertikal (tegak), nyisain 1 cm nongol di atas permukaan tanah, ini bertujuan untuk menghalangi rumput menjalar masuk area koral, sekaligus menahan koral agar tidak berserakan. Setelah diurug tanah dan sebelum batu koral ditata, saya letakkan kawat ram nyamuk sebagai alas batu koral, supaya tanah di bawah batu koral tidak mengotori batu koral tersebut sekaligus air yang masuk ke area batu koral dapat langsung meresap ke dalam tanah lewat lubang-lubang di kawat ram tersebut, dan juga menghindari tumbuhnya rumput liar di celah-celah batu koral. Baru kemudian batu koral ditata dan rumput ditanam kembali. Selesai deh…

Jadilah seperti ini

Jadilah seperti ini

Bila ada pertanyaan, silahkan bertanya lewat kolom komentar. Semoga bermanfaat!

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Inspirasi, Taman, Tips & Trik dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke Memanfaatkan talang karet bekas untuk taman

  1. kasamago berkata:

    wooh, kreatif. tak kira talang karetnya diubah jd pot.. xixix

  2. Yanuarto berkata:

    Menambah khasanah pertamanan. Trims.

  3. berarti batu koralnya hanya disusun saja? tanpa ada campuran semen?
    apa dipastikan bisa padat susunan batunya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s